Dukungan Pemkab Serang dalam memasyarakatkan Adiwiyata

Pada prinsipnya program adiwiyata (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan) didasarkan pada inisiatif, proaktif dan improvisasi dari sekolah (SD, SLTP, SLTA) dalam membentuk sekolah yang nyaman dan asri dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi sekolah, melalui asas kebersamaan semua komponen sekolan dan berkelanjutan. Pemkab Serang berupaya untuk memotivasi dan memfasilitasi hal tersebut, minimal agar terbentuk budaya dan perilaku ke arah dimaksud sesuai dengan kriteria yang telah digariskan. Kementerian lingkungan hidup mendukung program tersebut melalui apresiasi dan pembinaan lebih lanjut dalam bentuk penilaian dan penyeleksian.

sejak dicanangkannya program adiwiyata tahun 2006, maka mulai 2007 pemkab serang selalu mendukungnya melalui kegiatan-kegiatan pembekalan, pelatihan, dukungan peralatan kebersihan dan penghijauan. Mengingat keterbatasan anggaran yang ada, maka kegiatan dilakukan secara berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait lainnya, antara lain:

1) BPLH melalui pembekalan terkait sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, monitoring dan evaluasi, dukungan peralatan kebersihan, dan penghijauan.

2) Bappeda melalui pembekalan terkait program green school, melalui pembuatan green map, dan lain-lain

3) Dinas tata ruang melalui pembekalan terkait penataan lingkungan sekolah, bantuan kebersihan, dan lain-lain

4) Forum peduli lingkungan dan LSM rekonvasi bumi, melalui ilmu cara pembuatan kompos, studi banding, dan lain-lain.

5) dinas pendidikan terkait penguatan kurikulum berbasis lingkungan

6) serta pihak lainnya sesuai tugas fungsi masing-masing baik langsung maupun dari inisiatif sekolah

penetapan sekolah yang akan dibekali pengetahuan SPBL diawali dengan penilaian kebersihan dan penataan lingkungan sekolah, kemudian secara bertahap setiap tahun (mudah-mudahan) diambil lima sekolah yang memenuhi kriteria tersebut. Hal ini diasumsikan bahwa budaya bersih minimal telah ada di sekolah tersebut, sehingga pemenuhan kriteria adiwiyata dapat dimungkinkan untuk dilaksanakan.

Tahun 2007 dilakukan pembekalan terhadap lima sekolah : SMAN 1 Serang, SMAN 1 Cipocok Jaya, SMAN 1 Kasemen, SMAN 1 Taktakan, dan SMA Muhammadiyah (saat ini sekolah tersebut berada di wilayah kota serang)

Tahun 2008 dan 2009 dalam upaya optimalisasi dilakukan pembekalan terhadap 6 sekolah: SMAN 1 Ciruas, SMAN 1 Kramatwatu, SMAN 1 Petir, MAN Kragilan, SMPN 1 Pabuaran, dan SMPN 1 Bojonegara.

berdasarkan evaluasi, dari ke enam sekolah di atas, terdapat tiga sekolah yang mengalami perkembangan yang cukup baik sesuai kriteria adiwiyata (SMAN 1 Ciruas, SMPN 1 Pabuaran, dan MAN Kragilan), sehingga diusulkan ke Kementerian LH untuk diseleksi secara nasional dalam program Adiwiyata, namun belum memenuhi standar nasional.

tahun 2010 ketiga sekolah tersebut tetap dievaluasi untuk diusulkan kembali tahun 2011, ditambah dengan pembekalan terhadap 5 sekolah yang dianggap cukup layak untuk diusulkan, yaitu: SMAN 1 Anyer, SMAN 1 Pamarayan, SMA Islam Nurul Fikri, SMPN 1 Ciruas, dan MTsN Anyer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s