Mekanisme Adiwiyata (Paradigma baru)

Mulai tahun 2012 mekanisme adiwiyata dilakukan tidak lagi tersentralistis, namun ada pendelegasian kewenangan berdasarkan tingkatan daerah dan tahapan penilaian adiwiyata.
mulai tahun ini, secara berjenjang dilakukan mekanisme sebagai berikut:
a) sekolah adiwiyata kabupaten/kota berdasarkan hasil penilaian tim adiwiyata kabupaten kota, dengan pasing grid 70%
b) sekolah adiwiyata propinsi berdasarkan hasil penilaian tim adiwiyata propinsi terhadap sekolah yang diajukan kabupaten/kota dengan pasing grid 80%
c) sekolah adiwiyata nasional berdasarkan hasil penilaian tim adiwiyata nasional terhadap sekolah yang diajukan propinsi dengan pasing grid 90%.
…..dan seterusnya……….
indikator yang dinilai masih tetap sama dengan yang sebelumnya (ada 4 indikator: kebijakan PLH, kegiatan pendidikan LH, kegiatan partisipatif, dan pemanfaatan fasilitas sekolah), hanya kuesionernya yang mengalami perubahan disesuaikan dengan dinamika yang berkembang.
(petunjuk dan informasi lainnya terkait adiwiyata dapat dilihat pada pedoman adiwiyata 2012 yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup di http://www.menlh.go.id)

pengajuan nominator adiwiyata Kab Serang 2011

tahun 2011 ini, kabupaten serang mengajukan nominator sekolah adiwiyata ke BLHD propinsi banten sebanyak 6 sekolah, yaitu:
1) SMAN 1 Ciruas
2) SMAN 1 Anyer
3) SMAN 1 Pamarayan
4) SMA Islam Nurul Fikri
5) MAN Kragilan
6) SMPN 1 Ciruas
setelah dilakukan verifikasi dan peninjauan lapangan oleh tim adiwiyata propinsi Banten, diperkirakan hanya 1 sekolah di Kabupaten serang yang dianggap layak untuk diajukan pemprov (dari 10 sekolah yang diajukan se propinsi banten) ke Kementerian LH.

Bumi Menagih (surat dari bumi disampaikan pada back to green world SMAN 1 Ciruas)

Manusia sedunia ingatlah

Apa yang kau ambil dari kami

Air yang kau pakai, Hutan yang kau tebang, Lahan yang kau diami

Adalah pinjaman yang wajib kau kembalikan

Agar kami tetap ada dan generasimu tetap hidup

Kami bukanlah gudang, yang selalu kau ambil isinya, tanpa tahu gudang itu telah kosong

Kami bukanlah septik tank, kami bukanlah tempat sampah

Tempat membuang barang yang sudah tidak kau perlukan, dan kamipun tidak butuh itu

Tanamilah kami, rawatlah kami, lindungilan penunggu-penunggu kami

Jangan biarkan kami mabuk, jangan biarkan kami sakit, jangan biarkan kami mati

Kami tidak butuh obat, yang kami butuhkan adalah kembalikan apa yang telah engkau pinjam

Kami akan terus menagih

Batuk kami adalah pertanda, banjir kami adalah gejala, panas kami, tiupan kami adalah pengingat, bahwa kami akan terus menagih……………

Back to Green Worlds SMAN 1 Ciruas

sabtu dan minggu, 6 dan 7 November 2010, di SMA 1 Ciruas Serang, dalam rangka mengisi Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, telah dilaksanakan kegiatan berupa Grand Launching Back to Green World dengan thema Make your wolrd, hear your world.
Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara yang mendidik siswa untuk peduli terhadap lingkungan, antara lain : lomba hias tong sampah, lomba orasi lingkungan, lomba jingle lagu lingkungan, dan lainnya.
Kegiatan ini sebagai cerminan bahwa SMAN 1 Ciruas telah menunjukkan statusnya sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan di Kabupaten Serang.

SMPN 1 Kopo dan SMPN 2 Petir melaksanakan penelitian lingkungan sekitar sekolah

Centre of Civic Environmental Indonesia (CCEI) selaku LSM nasional yang bergerak di bidang pendidikan, telah menyelenggarakan kegiatan terhadap sekolah-sekolah tingkat pertama se Indonesia berupa bimbingan dan pelatihan penulisan hasil penelitian dan kajian ilmiah, dari beberapa sekolah di Kabupaten Serang yang dilatih, dua diantaranya yaitu SMPN 1 Kopo dan SMPN 2 Petir mengambil fokus kajian terkait lingkungan hidup dengan lokus penelitian di lingkungan sekitar sekolah.

SMPN 1 Kopo mengambil kajian terkait dengan pengendalian limbah industri kosmetik, sedangkan SMPN 2 Petir mengambil kajian terkait dengan pengendalian limbah peternakan ayam. Ekspose   hasil kajian dilakukan di BPLH Kab Serang pada tanggal 11 Juni 2010, dengan menguraikan rencana program dari CCEI dan pemaparan oleh kedua tim siswa SMP yang terlibat dalam penelitian, berupa uraian kondisi lingkungan, potensi dampak, dan solusi sebagai masukan bagi Pemerintah dan pihak terkait lainnya.

Dari hasil pemaparan kedua sekolah tersebut, pihak CCEI akan mengambil satu sekolah yang paling baik penelitiannya yang akan di acarakan pada tingkat nasional. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, wakil dari kabupaten serang untuk ekspose di tingkat nasional adalah SMPN 1 Kopo.

Dukungan Pemkab Serang dalam memasyarakatkan Adiwiyata

Pada prinsipnya program adiwiyata (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan) didasarkan pada inisiatif, proaktif dan improvisasi dari sekolah (SD, SLTP, SLTA) dalam membentuk sekolah yang nyaman dan asri dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi sekolah, melalui asas kebersamaan semua komponen sekolan dan berkelanjutan. Pemkab Serang berupaya untuk memotivasi dan memfasilitasi hal tersebut, minimal agar terbentuk budaya dan perilaku ke arah dimaksud sesuai dengan kriteria yang telah digariskan. Kementerian lingkungan hidup mendukung program tersebut melalui apresiasi dan pembinaan lebih lanjut dalam bentuk penilaian dan penyeleksian.

sejak dicanangkannya program adiwiyata tahun 2006, maka mulai 2007 pemkab serang selalu mendukungnya melalui kegiatan-kegiatan pembekalan, pelatihan, dukungan peralatan kebersihan dan penghijauan. Mengingat keterbatasan anggaran yang ada, maka kegiatan dilakukan secara berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait lainnya, antara lain:

1) BPLH melalui pembekalan terkait sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, monitoring dan evaluasi, dukungan peralatan kebersihan, dan penghijauan.

2) Bappeda melalui pembekalan terkait program green school, melalui pembuatan green map, dan lain-lain

3) Dinas tata ruang melalui pembekalan terkait penataan lingkungan sekolah, bantuan kebersihan, dan lain-lain

4) Forum peduli lingkungan dan LSM rekonvasi bumi, melalui ilmu cara pembuatan kompos, studi banding, dan lain-lain.

5) dinas pendidikan terkait penguatan kurikulum berbasis lingkungan

6) serta pihak lainnya sesuai tugas fungsi masing-masing baik langsung maupun dari inisiatif sekolah

penetapan sekolah yang akan dibekali pengetahuan SPBL diawali dengan penilaian kebersihan dan penataan lingkungan sekolah, kemudian secara bertahap setiap tahun (mudah-mudahan) diambil lima sekolah yang memenuhi kriteria tersebut. Hal ini diasumsikan bahwa budaya bersih minimal telah ada di sekolah tersebut, sehingga pemenuhan kriteria adiwiyata dapat dimungkinkan untuk dilaksanakan.

Tahun 2007 dilakukan pembekalan terhadap lima sekolah : SMAN 1 Serang, SMAN 1 Cipocok Jaya, SMAN 1 Kasemen, SMAN 1 Taktakan, dan SMA Muhammadiyah (saat ini sekolah tersebut berada di wilayah kota serang)

Tahun 2008 dan 2009 dalam upaya optimalisasi dilakukan pembekalan terhadap 6 sekolah: SMAN 1 Ciruas, SMAN 1 Kramatwatu, SMAN 1 Petir, MAN Kragilan, SMPN 1 Pabuaran, dan SMPN 1 Bojonegara.

berdasarkan evaluasi, dari ke enam sekolah di atas, terdapat tiga sekolah yang mengalami perkembangan yang cukup baik sesuai kriteria adiwiyata (SMAN 1 Ciruas, SMPN 1 Pabuaran, dan MAN Kragilan), sehingga diusulkan ke Kementerian LH untuk diseleksi secara nasional dalam program Adiwiyata, namun belum memenuhi standar nasional.

tahun 2010 ketiga sekolah tersebut tetap dievaluasi untuk diusulkan kembali tahun 2011, ditambah dengan pembekalan terhadap 5 sekolah yang dianggap cukup layak untuk diusulkan, yaitu: SMAN 1 Anyer, SMAN 1 Pamarayan, SMA Islam Nurul Fikri, SMPN 1 Ciruas, dan MTsN Anyer.